SEPENGGAL CERITA PELIPUR LARA .
EPSODE (9).
PERPISAHAN PENGAWAL CITA CITA.
Waktupun beranjak siang , pak ustad pun menjelaskan tujuannya dari pesantren ke rumah kakaknya , .
Ternyata tujuannya tersebut iyalah tidak lain untuk menjemput putri dari kakaknya iyalah ZAMILAH , pak ustad menjemput zamilah karena pak ustad ingin kedua keponakan nya bisa mendalami ilmu agama mereka , pak ustad ingin supaya zamilah tidak terbawa pergaulan yang tidak benar , makanya pak ustad menjemput zamilah untuk melanjutkan pendidikannya di pesantren pak ustad .,
dan ternyata kakak pak ustad yaitu ayah dari zamilah juga mengharapkan hal yang sama , ayah zamilah juga sangat menginginkan zamilah bisa belajar mengaji di pesantren pak ustad .
PERpisahan pun terjadi .
Karena ayah zamilah sudah menyetujui permintaan dari pak ustad aripin , akhirnya zamilah pun mempersiapkan barang barangnya untuk berangkat ke pesantren.
Karena dia di haruskan berangkat dan mondok di pesantren , zamilah pun merasa senang sekaligus sedih ,.
Senangnya , zamilah bisa laghi bersama sama dengan kakaknya yang tercinta yaitu aisah, terus zamilah bisa sering bertemu dengan sosok pria idaman pertamanya yaitu zidan , da lagi zamilah senang karena bisa belajar mengaji dengan pamannya yang bijaksana .
Tapi sedihnya , zamilah harus berpisah dengan ayah , dan juga teman temannya di kampung ...
Tapi itu semua tidak menjadi hambatan bagi zamilah , karena perpisahan nya kali ini bukanlah perpisahan untuk selamanya , melainkan perpisahan nya ini adalah awal dari semua cita citanya .
.....................................
...............
Pak ustad aripin beserta rombongan pun mohon pamit .
Pak ustad aripin memulai perjalanan pulangnya menuju pesantren.
.................
Satu mobil dengan seseorang yang di idam idamkan , membuat zamilah tak henti hentinya memperhatikan sosok zidan , begitu pula zidan yang tak henti hentinya memperhatikan sosok Aisah , .
Walaupun pada dasarnya zamilah dan aisah memiliki kecantikan yang hampir setara, tapi zidan tetap fokus kepada aisah , meskipun aisah sama sekali tidak memperhatikan zidan .
Lalu zamilah pun menyadarinya , zamilah sadar , bahwa selama zamilah memperhatikan zidan , zidan hanya terfokus perhatiannya kepada Aisah , dan sama sekali tidak memperhatikan dirinya , di sana lah zamilah mulai merasa iri terhadap kakaknya , zamilah bertanya tanya dalam hatinya , kenpa sosok zidan lebih memperhatikan kakaknya , bukan dirinya , padahal dalam masalah kecantikan mereka sama .
Zamilah pun merasa iri terhadap kakaknya ....
..................
Sepanjang perjalanan zamilah terus saja memperhatikan zidan .
Di tengah tengah perjalanan tiba tiba mobil pak ustad aripi mogok .
Supirpun menepikan mobil untuk mengontrol penyebab mogoknya mobil tersebut, di dekat warung pinggir jalan , pak sopir menepikan mobilnya , lalu pak ustad aripin beserta sopir keluar untuk memeriksa mobilnya ,
Dan tenyata penyebab mogoknya mobil agak parah , mobil mengalami sedikit kerusakan ,dan butuh waktu yang lumayan lama untuk membetul kerusakan tersebut , .
Akhirnya pak ustad Aripin ,Aisah , Zamilah , dan juga zidan pun terpaksa harus rehat sejenak di warung pinggir jalan .
Sementara pak ustad pergi dengan supir untuk mencari perlengkapan yang di perlukan untuk perbaikan mobil .
Zamilah ,Aisah dan juga zidan menunggu di warung pinggir jalan tersebut .
Saat istirahat Zamilah tidak henti hentinya memperhatikan zidan .
Melihat pak ustad yang sedang pergi bersama supir, zamilah memanfaatkan waktu tersebut untuk berbincan bincang dengan zidan , meskipun agak malu malu , tapi zamilah memaksakan dirinya untuk memulai percakapan nya dengan zidan.
.....................
ZAMILAH ; . Kak namanya zidan yah ..,??.
ZIDAN ;. Iya kok tau .. situ zamilah yah ...??
ZAMILAH ;. Ya tahu ajj , kan tadi di panggil sama paman ,, di panggil zidan ... heheh .
Iya kak saya zamilah , kok kakak tau nama saya .?.
ZIDAN;. Iya kan dari rumah juga suka denger kakak di panggil zamilah ..
Heheh .. kakak manggil ke saya jangan kakak , gak enak malu.. :).
ZAMILAH ;. Ohhh gituh , situ juga jangan panggil kakak ke zamilah , kan malu juga , .. trus kalo zamilah manggilnya jangan kakak , manggil apa dong???..
ZIDAN;. Zidan ajj kak...!
ZAMILAH ; . Ya udah zidan ajj !!.. zidan manggilnya juga zamilah dong biar seimbang , heheh ;).
ZIDAN ; . Ya tapi gak enak dong , sama sama ponakan nya pak ustad aripin manggil nama , gak sopan dong..
ZAMILAH ; . Ya udah terserah zidan ajj , mau minum gak ,????
ZIDAN ;. Udah ada kak , makasih ...
ZAMILAH ;. Ohh ya udah ...
............ zamilah pun melanjutkan percakapan nya dengan zidan , lalu bertanya tanya tentang zidan di pesantren ....
........................... . . . . . . . . . .
Melihat dan mendengar percakapan antara zidan dan zamilah , Aisah yang dari tadi hanya diam saja merasa jenuh dan sedikit cemburu ,. Karena melihat adiknya dengan zidan sedikit akrab , Aisah yang dari tadi hanya acuh cuek dan seperti tidak ingin ikut campur dalam obrolan mereka , ternyata merasakan sedikit perasaan cemburu, tiba tiba aisah pun pergi jalan jalan ke tempat yang tidak jauh dari lokasi .
Aisah merenung , lalu berpikir , kenapa bisa Aisah merasa cemburu melihat adiknya dekat dengan zidan , padahal aisah tahu , aisah sama sekali tidak pernah punya rasa yang besar terhadap zidan , karena aisah hanya merasa sedikit tertarik kepada zidan , itupun tidak lebih ,
Tapi kenapa perasaan cemburu seperti itu bisa hadir di saat aisah melihat adiknya yang sedang mengobrol dengan zidan .
...........................
Sementara itu , kedekatan zamilah dengan zidan semakin terlihat , baru setengah jam zamilah dan zidan kenal , mereka sudah bisa bercanda , tertawa bersama , terlihat raut wajah tersenyum di keduanya ,.
...............
Melihat zidan dan zamilah tersenyum bersama , aisah langsung pergi mendatangi zamilah dan zidan , aisah tiba tiba saja memarahi zamilah karena katanya sebagai calon santri wati , zamilah harus bisa menjaga diri di hadapan lelaki , zamilah juga harus bisa menjaga jarak , karena jikalau itu semua tidak di lakukan oleh santri ataupun santri wati , itu semua bisa menimbulkan fitnah , .
Akhirnya karena Aisah melarang zamilah mengobrol dengan zidan , zamilah pun pindah duduk tidak jauh dari zidan , lalu suasana pun menjadi hening , tidak ada canda , tidak ada tawa .
Lalu zamilah pun meminta maaf karena dia belum tahu tentang peraturan tersebut , lalu aisah pun menjelaskan lebih rinci tentang tujuannya memarahi zamilah tersebut .
.........................
Sementara itu zidan pun mema'lumi keputusan aisah , karena tindakannya aisah yang mencoba menegakan aturan barusan , zidan merasa jadi lebih tertarik dengan sosok Aisah .
Tapi , di balik rasa tertariknya zidan kepada Aisah , tersimpan rasa malu yang mendalam , karena mengingat Aisah ini adalah keponakan dari pak ustad aripin .,
Zidan takut di bilang murid yang tidak sopan bila sampai memiliki perasaan kepada keluarga dari gurunya ...
.......................
Walaupun kenyataan nya Aisah sendiripun juga memiliki perasaan yang sama terhadap zidan , tapi mereka berdua sama sama tidak sadar , karena perasaan mereka terselimuti rasa malu dan ego mereka sendiri ..
Sementara itu Zamilah adik dari Aisah sangat jelas memiliki perasaan yang besar terhadap zidan , meskipun zamilah baru mengenal zidan , tetapi perasaannya tidak memandang baru mengenal ataupun sudah lama mengenal .
menurut zamilah , dalam masalah suka atau tidak , sekali suka dia akan tetap suka , begitupun sebaliknya .
Kalau masalah mengenal atau tidak nya itu belakangan , prinsip hati seorang zamilah .
Tapi kalau menurut Aisah , justru sebaliknya , aisah lebih memilih untuk mengenalnya terlebih dahulu , karena aisah punya prinsip , jikalau yang terlihat hanya ujung batang hidungnya , aisah akan terus memperhatikannya sampai aisah benar benar bisa melihat semua raut wajahnya , setelah seperti itulah , barulah aisah akan menentukan , apakah dia suka , atau tidak....
Oleh karena itu lah , meskipun aisah merasa cemburu karena keakraban zamilah dengan zidan , Aisah tetap menyangkal kalau Aisah suka terhadap zidan ...
.................................................
Sementara zidan memperhatikan Aisah yang sedang menasehati adiknya yaitu zamilah , zidan tersenyum dan berhayal .
Andai saja zidan bisa menjadi sosok yang pantas untuk bersanding di samping Aisah ...
.......................................................
Seindah indahnya permata intan,
Lebihlah indah hidup denganmu,.
Sesempurna sempurnanya ciptaanmu.
Lebih lah sempurna dirimu .
berkat kuasamu aku ada ,
Berkat ridhomu aku tercipta ,
Dan berkat semua yang engkau titipkan kepadaku , aku bisa tahu seberepa hebat dan brkuasanya dirimu ... ya alloh ...
(Pak ustad aripin).
.....................................
Kisahpun berlanjut .
Saya Ahmad zakaria mohon pamit , saya harap anda semua bisa sedikit terhibur dengan kisah sederhana saya .
Maaf maaf , bila mana ada kata yang ngelantur , sama bilamana ada rangkaian kata yang enggak enak buat di baca , harap di maafin ya ..
Namanya juga pemula .
Wassalamualaikum.
AHMAD ZAKARIA .
BANDUNG_CIGONDEWAH_KMPUNG MAHMUD..
26071996 .
ZAKARIAAHMAD715@GMAIL.COM

No comments:
Post a Comment